unlucidmind

Archive for the ‘Speak’ Category

Fenomena Dunia Menyempit

In Speak, Words of Love on October 31, 2009 at 4:37 am

Pernah dengar soal teori Fenomena Dunia Menyempit? Keadaan di mana kok sepertinya di mana-mana kita akan menemukan sesuatu yang berhubungan dengan seseorang atau apapun yang sedang menjadi topik dalam hidup kita.

Saat tiba-tiba kita bisa menemukan banyak plang atau banner atau apapun yang mengandung nama seseorang yang kita suka.

Saat tiba-tiba dirinya yang langsung terlihat ada di tengah-tengah kerumunan orang banyak.

Saat ada saja hal yang kita temukan yang terkait dengan dirinya.

Itu yang biasanya dikaitkan dengan teori Fenomena Dunia Menyempit itu. Padahal sebenarnya hal-hal tersebut sudah lama berkeliaran di sekeliling kita, hanya kita saja yang kurang ngeh… Baru saat ada sesuatu atau seseorang spesial masuk dalam hidup kita, langsung mata kita terbuka sama hal-hal yang saling terpaut itu.

Fenomena Dunia Menyempit itu buat saya hanya untuk GR2-an saja, tapi bukan mustahil juga sih kalau itu memang merupakan tanda dari Tuhan yang ingin menyampaikan suatu pesan.

Hari ini, baru saja… Saya merasakan sedikit dari ke-GR-an yang ditimbulkan si Fenomena Dunia Menyempit itu. Saat membuka sebuah website, di situ tampil profile of the day yang menunjukkan seseorang yang memang sedang berlari-lari dalam pikiran saya hari-hari ini. Ooopss.. kebetulan? Saya rasa bukan… Mungkin Tuhan ingin menyampaikan sesuatu pada saya, atau Tuhan hanya ingin menghibur saya yang sedang bekerja di hari Sabtu ini dengan ruangan yang lumayan sepi, supaya saya bisa sedikit tersenyum dan tertawa.

Hal serupa pun pastinya pernah ditemukan oleh perempuan-perempuan pembaca chicklit yang berjudul Cintapuccino. Sang tokoh perempuan yang senang sekali mengaitkan segala sesuatu yang berhubungan dengan cinta lamanya sebagai Fenomena Dunia Menyempit. Menyenangkan memang masih bisa merasakan perasaan GR (atau justru anda kesal dengan fenomena yang satu ini?).

Yah apapun itu yang kalian pikirkan, bebas saja kok untuk beropini.

*thanks to you the “profile of the day,” you’re the inspiration! thanks to mr idung bagus yang menemani saya di Sabtu sepi ini! hahahahaha

-CS-

Kebun Jeruk, 31 October 2009

Nyonya tua

In Speak on October 31, 2009 at 3:03 am

Kisah hari ini:

Duduk diam, di tempat yang sama selama 20 tahun.

Perempuan peranakan setengah baya memberi perintah dengan logat jawa medok pada bedinde-bedindenya.

“Yu, itu diambil pesanannya”

“Mat, itu mbok diambil esnya”

“Sum, dilap mejane itu kok kotor ya”

Mereka pun mengerjakan perintah sang nyonya tua dengan seksama (dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya tentu saja).  Ayu mengambil pesanan dan langsung membuatkan, Mamat mengambil es dan mengerjakan es cincau pesanan sang pelanggan, dan Sumi repot mencari lap untuk mengelap meja yang kehitaman terkena noda knalpot.

Seorang nenek tua yang sedikit “kehilangan akal” duduk tertawa-tawa di depan toko. Bernyanyi sendiri, sambil sesekali menggoda para bedinde sang nyonya tua dengan banyolan yang tak dapat dimengerti.

Semua tertawa…

Semua riang…

Bukan karena kelakuan si nenek tua, tapi karena mereka menikmati hidup. Sesekali sang nyonya tua ikut membantu mengambil pesanan pelanggan, atau hanya menatap dengan santai ke arah riuhnya jalan raya di depan toko.

Telepon diangkat… klek…

Nomor diputar… tat tit tut…

“Halo, tulung aku dibelike nota bon yo. Sing cilik wae yo.. Tuku loro, mengko tak ijoli,” ucap sang nyonya tua pada seseorang di seberang sana. Mungkin dia berbicara pada sang suami, atau pada sang anak, entahlah… yang jelas di pesan itu dia ingin agar orang yang diajaknya bicara membelikannya nota bon.

Telepon ditutup… ceklek…

Nyonya tua duduk diam lagi, sambil sesekali mencoret-coret kertas pesanan.  Ada kucing lewat, “hush hush! pergi sana!” nyonya tua mengusirnya.

Ada seorang pelanggan bangkit dari tempat duduk, menghampiri nyonya tua untuk membayar makanan.

“Berapa tante?” tanya si pelanggan.

“20 ribu wae…” jawab si nyonya tua.

Dompet dikeluarka… sreekk…

Uang diberikan… kresek…

Laci dibuka… kreeek..

Laci ditutup… kreek brak!

“Makasih ya” ucap si nyonya tua lagi.

Pelanggan pun beranjak meninggalkan toko dan nyonya tua beserta tiga bedindenya juga satu nenek tua yang sudah sedikit “kehilangan akal.”

 

-CS-

Kebon Jeruk, 29 Oktober 2009

Stephen Gately in memory

In Speak on October 15, 2009 at 1:45 am

_46529559_royal_1998

sitting here in the morning, in this cold silent office of mine. listening to some numbers that has been stuck inside my hear for the last 15 years of my life… I’m mourning? yes, maybe…

I lost one of my teenage hero and still is a hero for me until now… his name is Stephen Gately. yes him, the former member of Boyzone, my fav boyband. call me crazy, but it feels like loosing one of my family member. I, like any other teenage back then, was growing up with them. I was crying when I heard the news, I was crying and no shame of me to admit it here. he’s one of many factors that influenced my life and shaping my life, to the life that i live on right now. I will never be able to hear his beautiful high pitched voice again, live in front of me…

I was a maniac of Boyzone, I knew their songs by heart, I adore their way of life. They’re my inspiration, if you could say so. my inspiration to sing, my inspiration to live my life right now. their songs (besides the old song repackaged one) are trully inspirational… live your life, no matter what people may say or think about you… I was there, back in 97, when they held their big concert here. it was like a dream come true to see them perform live before my eyes. i was hoping big, for them to come back here after they announced their returning a year ago, after spliting for almost several years. but, I guess it will never happen again. Steve is gone, forever… and Boyzone will never be the same without him.  if they ever come back again to Indonesia, it still will never be the same…

gosh, how time flew by so fast… died at the age 33, makes me wonder did he ever think to die at the age so young? makes me wonder, what’s gonna happen tomorrow, will i still be here tomorrow? will you still be here tomorrow?

well, i guess it’s time for us to live at our best every single day… no matter what, live your life like there’s no tomorrow… because who knows about tomorrow?

You gave me strength
To stand alone again
To face the world
Out on my own again
You put me high
Upon a pedestal
So high that I could almost see eternity
You needed me
” (You Needed Me-Boyzone)

enjoy the paradise, you’re free now…

you’ll always be in my memory

Stephen Patrick David Gately

(17 March 1976-10 October 2009)

-CS-

How are you, Kelly?

In Speak on October 1, 2009 at 12:41 pm

sudah berlalu sesaat…

saya ingin tahu, apa kabar Kelly Purwanto?

sedang bergerak maju menjadi lebih baikkah?

-CS-

Merah Putih

In Speak, movies, quote on August 13, 2009 at 3:18 pm
Merah Putih

Merah Putih

Merah Putih…

itu warna bendera Indonesia. hampir semua orang Indonesia tau itu, walaupun warna serupa juga dipakai sama Monaco (persis lagi!). tapi pada tau juga kan kalo itu judul film? film baru yang dibintangin sama Lukman Sardi, Zumi Zola, Donny Alamsyah, Darius Sinathrya, dan Teuku Rifnu. film yang bernapaskan semangat nasionalisme ini sengaja milih tanggal yang dekat dengan Hari Kemerdekaan Indonesia untuk dirilis.

pendapat saya? bagus! dengan sinematografi dan jalan cerita yang mengalir, film ini bagus dan cukup membanggakan. semangat nasionalisme yang diserukan oleh pejuang-pejuang Indonesia dengan latar belakang suku, budaya, dan agama yang berbeda-beda menjadikan film ini layak ditonton. bukan apa-apa, sekarang ini nyawa manusia terasa murah. karena hal sepele, wuuushhh… nyawa orang melayang melewati batas waktu menuju alam kekal. orang Jawa, orang Bali, orang Manado, semua bersatu untuk Indonesia merdeka. coba tontonlah, lalu jawab pertanyaan ini: apakah kalian merasa malu? apakah kalian merasa tersindir? kalau iya adalah jawaban atas kedua pertanyaan itu, silahkan simpulkan sendiri apa yang sudah kalian lakukan dan pikirkan selama ini. saya sendiri merasa malu! malu karena saya tidak bisa seperti para pejuang dulu yang rela bersatu menekan ego dan emosi demi kebersamaan.

“orang Jawa lawan Orang Sulawesi, siapa yang menang? BELANDA!!!” (Soerono). sepenggal kalimat itu membuat saya berpikir, iya juga ya… berseteru dengan saudara sendiri itu tidak akan membawa hasil apa-apa. terkadang malah orang lain yang dapat untungnya, sedangkan yang berseteru? TIDAK DAPAT APA-APA!

film pertama dari trilogi ini sebenarnya lebih menceritakan awal dari invasi Belanda setelah kemerdekaan. bagaimana para pejuang beda suku, budaya, agama, bahkan kasta tersebut disatukan nasib. bagus!

seorang teman berkata: bangga melihat film Merah Putih, meskipun masih ada campur tangan orang asing di dalamnya.

tapi buat saya, sebuah negara tidak akan menjadi besar tanpa campur tangan orang lain, meskipun itu orang asing kita sebut. kalau Belanda tidak menjajah Indonesia, mungkin tidak akan pernah ada RI, yang ada negara Jawa, negara Sulawesi, dan lainnya. begitu juga film ini, jika tidak ada campur tangan “orang asing” yang mengerti bagaimana membuat film yang baik. daripada berpikir bahwa mereka campur tangan, bagaimana jika kita belajar dari mereka. sekalian kita mengajarkan budaya kita pada mereka. adil toh?

kita ini makhluk sosial, kawan… butuh orang lain untuk hidup. jadi jangan berpikiran jahat dulu ya…

intinya, film ini layak tonton… apalagi dengan gaungan Indonesia Unite yang sedang menggema di seantero negeri.

*tabik

-CS-

malam sepi

In Speak on August 7, 2009 at 12:45 pm

dalam bahtera yang tengah terombang-ambing

malam ini terasa sepi

adu gelas berbunyi nyaring

tak ada yang peduli

ke manakah kalian bintang-bintang malam?

berkelana mencari laut baru yang indah?

duduk aku dalam temaram

suara napas hanya mendesah dengan rendah

sepi

sepi

sepi…

mau jadi apa bahtera ini?

tanpa nahkodanya yang hilang

apakah akan tetap berdiri?

atau hanya mampu berlayar nyalang…

-CS-

Surat Cinta

In Letters, Speak on August 7, 2009 at 10:58 am

sekedar berbagi sebuah puisi cantik yang ditulis oleh sang maestro.. terasa tulus dan penuh cinta…

Kutulis surat ini
kala hujan gerimis
bagai bunyi tambur yang gaib,
Dan angin mendesah
mengeluh dan mendesah,
Wahai, dik Narti,
aku cinta kepadamu !

Kutulis surat ini
kala langit menangis
dan dua ekor belibis
bercintaan dalam kolam
bagai dua anak nakal
jenaka dan manis
mengibaskan ekor
serta menggetarkan bulu-bulunya,
Wahai, dik Narti,
kupinang kau menjadi istriku !

Kaki-kaki hujan yang runcing
menyentuhkan ujungnya di bumi,
Kaki-kaki cinta yang tegas
bagai logam berat gemerlapan
menempuh ke muka
dan tak kan kunjung diundurkan

Selusin malaikat
telah turun
di kala hujan gerimis
Di muka kaca jendela
mereka berkaca dan mencuci rambutnya
untuk ke pesta
Wahai, dik Narti
dengan pakaian pengantin yang anggun
bunga-bunga serta keris keramat
aku ingin membimbingmu ke altar
untuk dikawinkan
Aku melamarmu,
Kau tahu dari dulu:
tiada lebih buruk
dan tiada lebih baik
dari yang lain…
penyair dari kehidupan sehari-hari,
orang yang bermula dari kata
kata yang bermula dari
kehidupan, pikir dan rasa

Semangat kehidupan yang kuat
bagai berjuta-juta jarum alit
menusuki kulit langit:
kantong rejeki dan restu wingit
Lalu tumpahlah gerimis
Angin dan cinta
mendesah dalam gerimis.
Semangat cintaku yang kuta
batgai seribu tangan gaib
menyebarkan seribu jaring
menyergap hatimu
yang selalu tersenyum padaku

Engkau adalah putri duyung
tawananku
Putri duyung dengan
suara merdu lembut
bagai angin laut,
mendesahlah bagiku !
Angin mendesah
selalu mendesah
dengan ratapnya yang merdu.
Engkau adalah putri duyung
tergolek lemas
mengejap-ngejapkan matanya yang indah
dalam jaringku
Wahai, putri duyung,
aku menjaringmu
aku melamarmu

Kutulis surat ini
kala hujan gerimis
kerna langit
gadis manja dan manis
menangis minta mainan.
Dua anak lelaki nakal
bersenda gurau dalam selokan
dan langit iri melihatnya
Wahai, Dik Narti
kuingin dikau
menjadi ibu anak-anakku !

-W.S Rendra-

*tabikku untuk WS Rendra

The ship is sinking…

In Speak on August 5, 2009 at 3:51 pm

Pernah mendengar perumpaan tentang seorang kapten dari sebuah kapal yang sudah mau karam? Kapten kapal adalah orang yang paling tidak boleh meninggalkan kapal, apapun kondisinya. Meskipun kapal karam dan sudah mulai tenggelam, kapten tetap tidak boleh meninggalkan kapalnya. Jadi saat kapal tenggelam, boleh jadi yang bisa diberitakan tidak selamat lebih dulu adalah sang kapten.

Alkisah, ada sebuah kapal yang sedang berlayar. Empat tahun sudah kapal ini berlayar tanpa ada hambatan, mungkin hanya badai-badai kecil yang sanggup dilewati oleh sang kapten dan para awak kabinnya. Kemudian, pada tahun ketiga kapten yang baru muncul menggeser kedudukan kapten yang lama. Kapal pun diganti menjadi yang lebih mentereng! Awak kabin mendapatkan kamar satu persatu dilengkapi dengan fasilitas dan gadget yang mutakhir. Bahkan setiap awak kabin dapat berhubungan langsung dengan awak lainnya dari kamar masing-masing, tanpa harus menghampiri. Canggih bukan?

Singkat cerita, kapten kapal yang baru mulai menerapkan peraturan-peraturan aneh bagi para awak kabin. Sebagai bayaran dari awak kabin yang mendapat kapal baru, kapten meminta awak kabin mengenakan seragam. Supaya enak dilihat, kata sang kapten. Kemudian, para awak kabin diharuskan bangun pagi-pagi dan bekerja selama sembilan jam setiap harinya, kalau tidak nanti tidak diberi makan. Dan segudang peraturan lainnya yang semakin membuat para awak kabin tidak betah. Akibatnya, satu persatu awak kabin yang sudah lama ada di kapal minta dipulangkan ke daratan. Awak kabin baru pun bermunculan.

Memasukin tahun kelima, kapal berlayar ke daerah yang ternyata berbahaya! Banyak badai, banyak gelombang, dan halangan lainnya. Kapal mulai sedikit oleng, berjalan perlahan-lahan. Awak kabin yang ada di kapal pun mati-matian memperjuangkan keseimbangan kapal. Suatu hari, kapal pun miring ke kiri, usaha para awak kabin pun tampak sia-sia. Awak kabin pun menghadap ke kabin kapten untuk melaporkan hal ini. Kapten menitahkan untuk membuang semua barang-barang yang ada. Kapal masih oleng, kemudian kapten menitahkan untuk membuang para awak kabin yang katanya tidak banyak membantu. Kapal tetap oleng… Kemudian diambil suatu keputusan yang membuat seisi kapal tercengang. “Turunkan sekoci, aku mau pulang kembali ke darat!” begitulah titah sang kapten. Maka diturunkanlah sekoci itu dan sang kapten dengan anggunnya naik di atas sekoci, dan pulang meninggalkan para awak kabin yang terlunta-lunta di atas kapal yang nyaris karam… Terjadilah untuk pertama kalinya, kapten sebuah kapal meninggalkan kapalnya untuk menyelamatkan diri!!! Hebat!!! Tepuk tangan yang keras untuk sang kapten!

Awak kabin pun satu persatu mulai dipulangkan dengan paksa oleh wakil kapten. Supaya tidak menjadi beban kapal, ujarnya. Tidak ada persiapan, tidak ada bekal untuk perjalanan pulang, hanya dipulangkan begitu saja. Adilkah? Mereka itu hanya awak kabin yang butuh pekerjaan.. Pantaskah?

Untuk sang kapten, semoga keturunanmu kelak tidak mengalami apa yang para awak kabin alami. Dan untuk para awak yang dipaksa pulang, tabahlah dan kuatlah, pintu lain pasti terbuka untuk mereka yang mengetuk.

-CS-The Ship is sinking

Kelly jagoanku pindah kandang!

In Speak on August 4, 2009 at 9:46 am

Kells

Kells

Kelly Purwanto moved to Pelita Jaya Esia… (dan hari ini mereka berangkat ke China!). Berita yang cukup mengagetkan, terutama untuk fans Garuda Flexi Bandung yang berharap banyak sama Point Guard yang satu ini untuk bisa membawa Garuda menang di kompetisi IBL tahun depan. Tapi apa mau dikata, Kelly memutuskan pindah ke PJE, anak hilang telah kembali begitu katanya.

Teman saya Idan membuat sebuah tulisan di wordpressnya, www.mainbasket.wordpress.com, tentang hal ini. Satu hal yang lucu adalah, dia takut untuk posting link dari tulisannya di facebook Garuda Bandung karena seperti yang kita semua tahu fans Garuda itu punya ikatan kuat sama timnya. *Takut pada nangis…* begitu katanya. Hahahahaha walaupun akhirnya dipost juga dengan dorongan dari saya. Saya janji tidak akan menangis dengan kepindahan Kelly, saya janji tidak pakai mewek setelah baca tulisan Idan.

Saya memang tidak menangis, saya memang tidak mewek, tapi saya meringis nanggung! Seperti apa meringis nanggung itu? Silahkan anda tertawa saat menerima kabar buruk, nah seperti itulah meringis nanggung! Ini rahasia antara saya dan kalian ya, sampai sekarang saya masih meringis nanggung lho! Kecewa, sedih, galau, dan gundah gulana itu pasti! Siapa yang tidak akan seperti itu saat salah seorang pemain jagoannya keluar dari tim kesayangan? Untung saja saya bukan seperti hooligans timnas Inggris yang bisa berbuat apapun saat kecewa atau marah!

Tapi, siapa saya yang berhak melarang kepindahan Kelly ke PJE atau ke manapun? Sama seperti saya tidak berhak melarang anda bernapas, saya juga tidak bisa melarang. Toh Garuda Flexi Bandung akan tetap menjadi Garuda Flexi Bandung, dengan atau tanpa Kelly Purwanto. Semua sumbangsihnya terhadap tim kesayangan saya itu akan tetap diingat oleh semua pendukung Garuda Bandung di manapun. (Satu catatan, saya bukan tipe orang yang kemudian akan berpindah mendukung tim lain, saat pemain jagoan saya pindah kandang!) Lagipula, it’s all about team, not individual but team!

Jadi meskipun kita menginginkan Kelly tetap di Garuda untuk memperkuat dan membawa tim kesayangan kita menjadi juara tahun depan, kita harus merelakan dia pindah ke tetangga. Lagipula, dengan kepindahan Kelly ke PJE siapa tahu basket Indonesia akan lebih meriah lagi musim depan. Kalau semua jagoan dikumpulkan di satu kandang, tampaknya kurang seru ya? Hehe… itu hanya asumsi saya saja.

So, good luck Kelly Purwanto! Dukunganku selalu untukmu karena kamu pemain jagoanku, tapi kalau PJE lawan Garuda, aku tetap bela Garuda Bandung! Hahahahaha

Garuda di Dadaku!

(masih tetap meringis nanggung nih!!! walaupun rela, tapi masih sedih! waks!)

-teto-

Pulangnya Mbah Surip

In Speak on August 4, 2009 at 5:47 am
mbah surip

mbah surip

Mbah Surip meninggal dunia… itu headline berita hari ini, setidaknya untuk berita di dunia hiburan Indonesia. Pelantun Tak Gendong itu dikabarkan meninggal setibanya di RS Pusdikkes Jaktim. Diberitahukan pula bahwa mulut dari Mbah Surip berbusa. Belum diketahui apa yang menjadi sebab meninggalnya Mbah Surip, karena saat ini jenazah masih diotopsi. Ada yang mengabarkan bahwa Mbah Surip terkena serangan jantung. Dalam usia 60 tahun, Mbah Surip telah berhasil menghibur rakyat Indonesia dengan lagu-lagunya yang ceria dan sedikit “nyeleneh.”

Mbah yang selalu tertawa ini sebelumnya dikabarkan kelelahan. Tapi kalau bisa dibilang si Mbah meninggal dalam situasi di mana orang lain menginginkannya. Mencetak hits, menghibur orang banyak, dan kemudian meninggal diiringi doa banyak orang.

Yang bikin sedih mungkin bukan seputar meninggalnya Mbah Surip, karena saya belajar untuk berpikir bahwa orang yang meninggal itu sebenarnya justru merdeka dari dunia yang gila ini. Tapi mendengar berita bahwa Mbah Surip itu tidak punya keluarga, istilah meninggal dalam kesendirian tanpa keluarga sepertinya cukup tepat. Meskipun saya tahu, Mbah Surip punya “keluarga” lain yang peduli padanya. Mendengar pernyataan almarhum yang mengatakan bahwa tidak ada keluarga tempat dia pulang ke rumah itu sangat menyedihkan.

Setiap orang butuh seseorang atau keluarga untuk pulang. Setelah lelah dari semua aktivitas rumah yang lengkap dengan kehangatan dan kasih sayang, sepertinya jadi harta yang berharga di dunia ini. Tapi, Mbah Surip punya pendukung di satu Indonesia yang saat ini sedang berdoa untuknya.

So, selamat merdeka Mbah Surip! We love you full!

-teto-

suatu malam dengan basket

In Speak on July 10, 2009 at 12:59 pm
the beauty of basketball

the beauty of basketball

malam-malam kok kepikiran soal basket….

udah lama gak maen, udah lama gak pegang bolanya.

udah lama napas saya tidak bersatu dengan deru bola basket di lapangan

udah lama hasrat maen basket coba saya matikan dalam diri.

tapi kok ya muncul lagi ya?

padahal saya sih gak jago-jago amat, tapi kok ya ada sensasi yang beda setiap kali pegang bola berwarna oranye itu dan memantul-mantulkannya di lapangan.

rindu rasanya… ingin berada di tengah-tengah keramaian itu. mungkin kali ini untuk menonton saja?

sekedar menjadi suporter untuk olah raga yang mengalir deras dalam nadiku dan menjadi napas hidupku…

basket… never over done…

so, go Garuda Bandung!

beat Aspac!

mata-mata

In Speak on June 25, 2009 at 1:55 pm

berpasang-pasang mata itu melihat..

menatap dingin dari dalam kotak kehidupan..

tanpa ekspresi, tanpa rasa..

apa yang kau lihat wahai mata?

tak ada ucap di sana

yang ada hanya tatapan

inginkah kau berada di luar kotak itu?

hanya sekedar mengecap sedikit hidup di luaran..

-CS-

(terinspirasi oleh mata para ikan-ikan Louhan di dalam aquarium di KFC Gelael)

perubahan

In Speak on June 21, 2009 at 9:34 am

“kamu itu tidak pernah berubah!”

“kapan sih kamu berubah?!”

“tobat donk! berubah donk! knapa kamu selalu begitu sih?!”

perubahan dituntut semua orang dalam hidup ini. seolah tampak tidak senang melihat sesuatu yang stagnan, orang terus bergerak untuk melakukan sesuatu yang menurut mereka menjadi lebih baik. terkadang perubahan menjadi sebuah tujuan pasti yang harus dicapai, tanpa melihat lagi proses dari berubah itu sendiri.

perubahan, dianggap perlu hingga proses menuju ke arahnya bisa dihalalkan begitu saja. ironi memang, tapi itu yang terjadi. orang tua menuntut anak untuk hormat pada orang tuanya, seorang kekasih menuntut pacarnya untuk berubah menjadi lebih romantis, seorang guru menuntut anak muridnya berubah menjadi murid yang pintar, dan sebagainya. terkadang tanpa sadar, itu merupakan sebuah perintah mutlak yang harus dijalankan tanpa diberitahu kembali bagaimana caranya untuk sampai ke sana.

anak tidak tahu bagaimana caranya menghormati, karena orang tuanya sendiri tidak pernah menghormati sang anak (ingatlah bahwa anak itu cerminan orang tua, jadi jangan membela diri dulu ya orang tua!). murid tidak tahu bagaimana caranya supaya dia menjadi pintar, karena sang guru tidak mengajar dengan benar (yang akhirnya menjadikan sang murid melakukan apapun demi nilai bagus, termasuk menyontek). seorang kekasih tidak bisa menjadi romantis karena pasangannya tidak pernah menunjukkan apa itu romantis, sebaliknya hanya bisa menuntut tanpa memberi terlebih dahulu.

hasilnya, segerombolan manusia tanpa perasaan yang hanya bisa menurut pada perintah untuk mencapai suatu hasil, tanpa bisa belajar dari apa yang dilakukan. ironi? memang benar, tapi ini terjadi hampir di setiap detik hidup kita.

pernah mendengar kalimat: “perbuatlah kepada orang lain apa yang kamu inginkan mereka perbuat untukmu” hormatilah orang lain, jika kamu ingin dihormati, sayangilah orang lain jika kamu ingin disayang, ajarlah orang lain jika kamu ingin mereka menjadi pintar, berkata haluslah pada orang lain jika kamu ingin hal yang serupa.

so, instead of saying: why don’t you change? or when will you ever changed? why don’t we start do the things that we want people to do unto us. perubahan itu bukan dimulai dari orang lain, tapi dari diri kita sendiri. saat kita berubah menjadi lebih baik, pasti sekeliling kita pun akan lebih baik. gak percaya?

well, i dare you to try it!

-CS-

ada jawab?

In Speak on May 27, 2009 at 12:39 pm

hmmm…

“maju” katanya.

“terus berjuang” ujar yang lain.

“jangan menyerah” ada sebuah suara lagi.

“coba dulu” nyaring sekali.

[ dalam hati ]

Tuhanku…

apa yang harus aku lakukan?

apa yang harus aku perbuat?

apa arti dari semua ini?

ke mana aku harus melangkah?

supaya semua benar

supaya semua bagus

supaya semua sesuai.

[ masih dalam hati]

apa?

-CS-

yang terkasih

In Speak on May 20, 2009 at 12:13 pm

mari yuk kemari…

akan kucurahkan kasih dan cinta untukmu

hapus kabut di matamu

akan kuberikan semua canda tawa yang kupunya

rentangkan tanganmu ya…

aku siap untuk memberi pelukan hangat

buka hatimu…

aku siap untuk masuk…

-CS-

to the future

In Speak on May 18, 2009 at 9:41 am

one by one they all departs

the good one is always on the move

they never satisfies with what they have now

they always tries to look forward for a better future

go then dear one…

go and reach the future

go! walk to the golden gates

after all it’s not a goodbye…

it’s a so long, until i see you again

cause i, myself would follow your lead…

-CS-

tersenyum

In Speak on May 15, 2009 at 7:46 am

tersenyum dan selalu tersenyum… mungkin itu yang sedang ingin kulakukan mulai saat ini. setiap hari Tuhan memberiku alasan untuk tersenyum, jadi kupikir tidak ada salahnya aku menyebarkan kasih dan energi positif kepada semua orang di sekelilingku.

jadi…mulai hari ini lihatlah aku tersenyum ya kawan-kawan…

:-)

semu

In Speak on April 3, 2009 at 4:02 pm

malam semu

impian semu

tawa semu

jabat tangan semu

ucap semu

kebahagiaan semu

-sency, 3 april 2009-

menunggu waktu pulang.

Penghibur

In Speak on January 19, 2009 at 1:08 pm

Penghibur

datang dalam berbagai bentuk

Penghibur

datang sesuai dengan kebutuhan setiap insan

Penghibur

datang untuk memberikan sukacita dan harapan

Penghibur

datang untuk membuat insan tertawa dalam duka

Penghibur

datang di dalam setiap insan

Penghibur

datang dan selalu ada dalam hati

Penghibur

diberkatilah Engkau dalam keberadaanmu

-CS-

untitled

In Speak on January 8, 2009 at 10:07 am

kala itu aku melihat laut membiru di bawah kakiku

kala itu aku melihat langit pun membiru di atas kepalaku

di saat semua menjadi satu dalam cakrawala luas, yang kuingat hanya dirimu

langit, laut, angin, dan debur ombak menjadi satu meneriakkan namamu

mereka ingin menghiburku, mereka ingin selalu menempatkan dirimu dalam ruang pikiranku

di alam raya ini aku duduk diam sendiri dan menikmati setiap gerak yang dilakukan laut, langit, dan angin

di tengah mereka aku bisa merasakanmu

di tengah mereka aku mengenal dirimu

di tengah mereka aku menjadi satu denganmu

betapa indahnya…andai bisa kunikmati setiap detik dalam hembus napas hidupku…

-CS-

dear brother

In Speak on December 8, 2008 at 4:42 am

so many pains you’ve carried

not even a single sigh you shared

now the pains are gone…

and you…you also gone with the pains

even you died in such a young age

but your spirit remains still with us here

so long dear brother, send our regards to God and all the angels up there

i believe all the angels are singing in joy to welcome you home

and God says to you with arms wide open: “Welcome home you…”

(in memoriam Rangga Christian Sinaga, 8 December 2008)

-CS-

rain

In Speak on December 4, 2008 at 5:11 am

the cold mist engulfing this day

the sun is taking a rest somewhere in the galaxy refused to shine

ah i can’t see even a single dot moving out there

it’s cold, it’s freezing…

another grey day…

another moment to colour it with our own…

-CS-

do i

In Speak on December 2, 2008 at 12:59 pm

oh do i really jealous?

for seeing you enjoying your time with her so much…

oh do i really mad?

mad at God because He asked me to ask you

oh do i really hysterical?

for wanting you so much in my life

oh do i really stubborn?

for still wanting you and don’t want to let go

do i?

do i?

do i?

if i do…then please, don’t ever make me letting you go…

-CS-

Elisa Ari Herdian Sibuea

In Speak on November 28, 2008 at 5:17 am

dear brother…

i don’t know what are you doing up there in heaven. maybe you’re playing hide and seek with the bengal tigers. maybe you’re playing tug and war with those big brown grizzly bears. or maybe you just sitting in the arms of a sleepy lion. maybe you’re just chasing around with the cheetah. maybe you’re talking with God and share you’re silly jokes with Him. I don’t what are you doing right now, but I know that you’re happy there.

sometimes i’m thinking… i wish you’re still here with me, i wish i could still see you grow up and became a perfect man. i wish we could still play our chasing game like we used to do when we were just a bunch of little silly kids who wants to know about the world. but you know what? i’m not supposed to think about it. not at all…why? because if you’re still here with me now, you will see the world become crazy, you will cry out for the lack of happiness your family has today, you will worried of me becoming such a crazy girl who almost loosing her faith to love. i’m glad that you’re up there in heaven with God. no matter how much i miss you sometimes, no matter how much i wanna cry when i remember our times back in the past, i still thank God that He took you in the right time. i don’t wanna see you become a villain, nor does God, so i guess He made the right decission back then…

i miss you brother and i love you still until now and forever

-CS-

always in my memory “Elisa Ari Herdian Sibuea”

biru cerah

In Speak on November 27, 2008 at 7:32 am

langit tampak biru cerah hari ini
awan putih berderet seperti pakaian yang baru saja kembali dari binatu
terang…cerah..
senang rasanya hanya dengan menatap ke atas dan melihat masih ada langit luas di atas awan yang berarak…

selamat datang mentari! selamat menyinari dunia ini…

takut

In Speak on November 27, 2008 at 7:28 am

aku tak ingin takut

aku tak ingin menjadi pengecut

aku tak ingin khawatir

aku tak ingin pusing berpikir

tapi kenyataannya aku sedikit takut dan khawatir

bolehkah?

-CS-

Maaf

In Speak on November 21, 2008 at 9:27 am

sekali lagi aku tak percaya

sekali lagi aku sangsi

sekali lagi aku meragu

sekali lagi aku marah dan kecewa tanpa alasan

maafkan aku…

-CS-

Berisik!

In Speak on November 19, 2008 at 4:55 am

bingung…

mengapa orang-orang sering menganggap mereka tahu apa yang terbaik bagi orang lain

mereka mulai mengatur dan merecoki hidup orang-orang terdekat mereka

mereka menganggap bahwa apa yang mereka katakan itulah yang terbaik

hey! kalian bahkan tak tahu apa yang ada dalam pikiran orang-orang itu!

bagaimana kalian bisa sok tahu tentang apa yang terbaik untuk mereka?!

-sency, 19 november 2008-

Taat dan Minta

In Speak on November 19, 2008 at 4:44 am

Pagi masih baru menggeliat dari tidurnya

Matahari baru saja tersenyum menyinari dunia

Dia bertanya padaku: apa maumu?

Aku menjawab: aku tak tahu, Kau yang lebih tahu apa yang ada di pikiran dan hatiku.

Dia berkata padaku: minta dia padaku, minta dia…

Aku berkata sambil sedikit ragu: tapi bagaimana kelanjutannya?

Dia berkata lagi padaku: minta dia! minta dia padaKu, maka akan Kuberikan dia padamu!

Aku masih diam dan meragukan semuanya.

Dia tidak lagi berkata melainkan membentakku: MINTA DIA PADAKU! PERCAYA PADAKU!

Aku masih diam, namun kemudian aku memilih untuk menurut.

Aku meminta, tanpa tahu apa kelanjutannya, tanpa tahu apa yang akan terjadi, tanpa tahu hasilnya.

Aku meminta, karena aku ingin taat…

-sency, 19 november 2008-

sendiri

In Speak on November 14, 2008 at 12:39 pm

sunyi lagi

kelam lagi

sepi, sendiri, hampa

gelap, hitam

-sency, 14 nov 2008-

pintu

In Speak on November 13, 2008 at 10:13 am

ah di situ ada pintu…

bagaimana jika kumelangkah keluar pintu itu?

bagaimana jika kutengok sedikit apa yang ada di luar sana?

bolehkah?

di dalam sini sesak

di dalam sini tak nyaman

di dalam sini penuh kemunafikan!

aku bertanya-tanya, mungkinkah di luar sana menyenangkan?

-sency, 13 nov 2008-

bergerak dalam diam

In Speak on November 13, 2008 at 3:39 am

bergerak dan terus bergerak, itu yang ada dalam pikiranku sejak dulu

saat aku berhenti, aku diam, aku tak tahu harus apa

aku kehilangan akal dan pikiranku

saat aku hening sejenak, aku ingin meledak

aku harus terus bergerak dan bergerak

tapi terkadang aku tak tahu tujuanku bergerak

terkadang aku tersesat dalam gerak

namun aku tak mampu diam…

-sency, 13 nov 2008-

kisah koi dan elang

In Speak on November 12, 2008 at 7:10 am

ada seekor ikan koi kecil yang tinggal dalam kolam di rumah pak tani. ikan koi kecil ini tinggal bersama ayah ibu dan saudara-saudaranya. ikan koi ini selalu bermimpi untuk bisa tinggal di luar kolam dan mengembara jauh dari keluarganya.
“andai aku bisa berkelana ke dunia luar sana. aku bosan berada di sini terus sepanjang hidupku…” kata si ikan koi kecil.
suatu hari, ikan koi kecil melihat sebuah burung elang yang bisa terbang dan melayang di antara pepohonan yang tumbuh di sekeliling kolam.
“waah..siapa dia. tampak indah, besar, gagah, dan memiliki mata yang bagus!!!” kata koi kecil terkagum-kagum.
burung elang hinggap di dahan pohon yang terdekat dengan kolam si koi kecil.
“hai, siapa namamu makhluk gagah?” tanya si koi kecil.
“aku elang, siapa namamu makhluk kecil?” tanya si elang.
“aku koi…” jawab koi kecil takut dan malu karena melihat elang yang gagah.

sejak saat itu, koi dan elang pun berteman. elang sering datang mengunjungi koi kecil dan berbincang-bincang sampai hari sore. keluarga koi kecil pun mulai menunjukkan ketidaksukaan pada elang.
“koi kecil, mengapa kau berteman dengan elang besar itu?” tanya saudara-saudaranya.
“iya, koi kecil. elang itu makhluk berbahaya. kau bisa dimakannya nanti.” kata ibu dan ayah koi.
“tapi ayah, ibu, elang itu sangat baik. ia menceritakan padaku tentang dunia luar. ia menceritakan gunung yang tinggi, lembah yang hijau, bunga-bunga yang cantik, dan teman-temannya yang bermacam-macam. dia tidak mungkin memakanku!” jawab koi kecil keras kepala.
“kau tidak boleh melawan koi kecil! kau tidak boleh lagi berteman dengannya! dan lupakan tentang dunia luar!” bentak ayah koi marah.

koi kecil menjadi sedih karena tidak boleh berteman lagi dengan elang. koi kecil mulai bertemu dengan elang secara sembunyi-sembunyi di pojok kolam yang gelap.
“elang, ayah dan ibuku berkata aku tidak boleh lagi berteman denganmu. kata mereka, engkau berbahaya dan bisa memakanku.” kata koi kecil sambil menangis.
“aku tidak akan memakanmu koi kecil. aku kan temanmu, aku menyayangimu. jangan menangis lagi ya…” kata elang
“tapi bagaimana aku bisa berteman denganmu, kalau aku tidak boleh bertemu denganmu…” isak si koi kecil lagi.
“aku juga tidak mau kalau tidak boleh bertemu denganmu lagi koi kecil. bagaimana caranya supaya kita bisa bersama dan terus bertemu?” elang bingung.
“aaah…bagaimana kalau kau membawaku terbang saja! aku bisa ikut denganmu ke manapun kau pergi!” jawab koi kecil semangat.
“koi kecil, kau itu ikan dan hidup di air. bagaimana kau bisa bernapas dan hidup jika tidak di dalam air. sedang akupun tidak akan bisa hidup di dalam air, karena aku hidup di udara.” jawab elang bijak.
“jadi….kita tidak bisa bertemu dan berteman dan berbincang lagi?” koi kecil kecewa.
“tidak bertemu bukan berarti tidak berteman dan tidak menyayangi, koi kecil. tapi aku juga tidak ingin kau melawan kata-kata orang tuamu. begini saja, aku berjanji akan tetap mengunjungi dan melihatmu dari udara, sementara kau masih bisa melihatku dari dalam kolam ke udara. adil bukan?” jawab si elang lagi.
“baiklah… itu kan satu-satunya cara supaya kita tetap bisa bertemu.” jawab koi kecil sedih.

sejak saat itu, elang terbang di atas kolam koi kecil setiap hari. berputar-putar supaya bisa melihat koi kecil, dan supaya koi kecil bisa melihatnya. pertemuan yang aneh namun mereka menyukainya karena hanya itulah cara mereka bertemu.
-the end-

ikan dan burung bisa saja berteman atau bahkan saling jatuh cinta… tapi di manakah mereka akan tinggal? (drew barrymore)

taman ria

In Speak on November 12, 2008 at 6:33 am

taman ria, ramai, penuh suara tawa gembira.

komidi putar, kincir raksasa, berputar membawa keriaan.

permen loli, kembang gula, pop corn, membawa rasa manis pada mulut yang tersenyum.

lampu merah, kuning, biru, hijau, pink, membuat suasana meriah.

boneka teddy, mobil mainan, boneka binatang, menjadi hadiah yang menggembirakan.

sejuta orang datang ke taman ria untuk mencari sedikit tawa atau senyum.

apakah kau tahu di mana taman ria yang ada di dekatku? aku membutuhkannya…

-sency, november 12th, 2008-

tulus

In Speak on November 12, 2008 at 6:17 am

pernahkah kau merasa bagai anak kecil yang riang berlari mengejar indah sinarnya matahari?

pernahkah kau merasa bagai anak kecil yang selalu tak sabar menunggu waktu berkunjung ke taman hiburan?

pernahkah kau merasa bagai anak kecil yang selalu ingin tersenyum saat bangun dari tidur?

pernahkah kau merasa bagai anak kecil yang selalu tertawa lepas tanpa beban?

pernahkah kau merasa bagai anak kecil yang selalu ingin tahu apa yang ada di sekitarnya?

pernahkah kau merasa bagai anak kecil yang bermain dengan riang bersama siapapun yang ditemuinya?

menyenangkan bukan..? aku yakin kita semua pernah merasa seperti itu bahkan di saat dewasa datang menjelang.

tapi, ada satu hal yang dimiliki seorang anak kecil dan sampai sekarang belum lagi kutemukan dalam diri orang dewasa: “KETULUSAN”

bahkan dalam hal paling kecil pun orang dewasa tidak memiliki ketulusan seorang anak kecil.

saat kau mencintai namun tidak mengakui, itulah saat kau tidak memiliki ketulusan dalam hidupmu.

pesan

In Speak on November 12, 2008 at 6:13 am

*tekan tombol bintang, unlock, yes*

*geser kursor ke kiri, write new message, yes*

“hai, apa kabarmu di sana? sibuk berkaryakah atau sibuk memandang langit malam yang kelam tanpa bintang? tahukah kamu, aku ingin berbincang, aku ingin tertawa, aku ingin diam bersamamu malam ini. ingin rasanya ku tenggelam dalam hangat pelukmu, ingin rasanya mendengar detak jantungmu hanya untuk mengetahui bahwa kamu ada. ingin rasanya menyentuh wajahmu hanya untuk memuaskan rasa ingin tahuku. ingin rasanya mendengarmu berbicara di telingaku, mendengar suaramu menenangkanku.”

*tekan tombol continue, send to…*

*tekan tombol cancel, save message in draft, yes*

ingin pergi

In Speak on November 12, 2008 at 6:09 am

sedikit catatan dari sekian bulan yang lalu:

tangannya menyentuh…

menggenggam…

memonopoli tak ingin lepas…

tapi aku ingin lepas…

aku ingin pergi jauh…

tapi aku tak sanggup

aku tak mampu

-sency, 13 august 2008-

like hell

In Speak on November 12, 2008 at 6:04 am

aku mengetahui sesuatu hari ini….

yang mengisi hatinya adalah seseorang yang kukenal

yang membuatnya tertawa adalah dia

kecewakah aku? ah tidak…

cemburukah aku? like hell!

darah

In Speak on November 12, 2008 at 3:38 am

kemarin darahku tercurah masuk dalam sebuah kantung plastik melalui selang kecil

kemarin aku menepati janjiku pada kawanku yang telah pergi

kawan, dulu aku tak sempat mencurahkan darahku untuk membantumu walaupun hanya sedikit

tapi kemarin aku menepati janjiku padamu yang akan mencurahkan darah bagi mereka yang membutuhkan sama seperti dirimu dulu…

tenanglah kawan, aku sudah bisa tersenyum lagi…

aku sudah ikhlas

sampaikan salamku untuk malaikat-malaikat di sana…

-sency, 12 nov 2008-

pilihan

In Speak on November 11, 2008 at 3:42 pm

malam datang, namun kaki masih melangkah demi sebuah tanggung jawab dalam hidup

lelah, gelisah, gundah, tak mampu lagi rasanya bergerak

tak ada yang bisa kulakukan untuk menghindar

aku tak punya pilihan

tak pernah tau

In Speak on November 11, 2008 at 4:40 am

tak pernah tau bahwa melihat senyum di wajahnya sangat menyenangkan…

tak pernah tau bahwa wajah bahagianya menjadi alasanku untuk ikut tersenyum…

tak pernah tau bahwa riangnya menjadi pelipur sedihku…

tak pernah tau bahwa canda tawa dan sinar matanya menjadi obat sakit hatiku…

tapi kini kutau dan tak mau kehilangannya…

me

In Speak on November 10, 2008 at 3:43 pm

selamat datang di dunia wordpress…hehe akhirnya gue punya juga ini situs yang bisa share blog sampe goblog… halah!

well, this is me…still seating on my desk waiting for the clock turns 11 pm, so that i could go home with my friends…

sang perempuan

In Speak on November 10, 2008 at 3:36 pm

aku cemburu pada seorang perempuan

perempuan yang sanggup membuatnya tertawa

perempuan yang sanggup membuatnya berbicara tanpa henti selama berjam-jam

perempuan yang sanggup membuatnya marah dan kecewa

perempuan yang sanggup memutarbalikkan apa yang ada di dalam pikirannya

perempuan yang sanggup mengisi hati dan pikirannya setiap saat

aku cemburu pada perempuan yang memiliki pria kekasih hatiku

elegi

In Speak on November 10, 2008 at 3:27 pm

gadis duduk diam di atas tempat tidur,

dalam kamar temaram ia bersandar dan menatap hampa,

sebuah buku dalam genggam, tak ada jejak pernah dibaca.

gadis tertunduk,

mata terpejam, bibir yang biasa tersenyum kini terkatup lesu.

gadis menangis,

tapi tak ada air mata keluar,

tak ada isak terucap,

hanya raut wajah yang bercerita bahwa ia menangis.

-butet: sency, 29 july 2008-

senandung

In Speak on November 10, 2008 at 3:26 pm

tersenyum yuk tersenyum…

menari yuk menari….

tertawa yuk tertawa…

berdansa dalam gemilang cahaya…

bersenandung dalam hening malam…

bercinta dengan indah…

-sency, 8 august 2008-

terserahlah!

In Speak on November 10, 2008 at 3:25 pm

bingung deh…ada yang bilang “A” ada yang bilang “B” ada yang bilang “AB”…

tapi nggak ada yang berusaha menyamakan visi dan menjadikan huruf-huruf itu menjadi sebuah kalimat. atau paling tidak berusaha menyederhanakan huruf-huruf tersebut menjadi satu huruf saja…

tidak ada! semua ingin benar, semua ingin didengar, semua ingin menyampaikan apa yang menurut mereka bagus!

terserahlah! aku sudah lelah, lelah mendengar kalian berkata dan tak bertindak, lelah melihat kalian adu benar, lelah melihat kalian mencari muka!

tahukah kalian? yang kalian lakukan itu membuat lelah, membuat muak, membuat aku ingin meninggalkan ruang dengan segera!

-sency, 14 august 2008-

sabila aime

In Speak on November 10, 2008 at 3:19 pm

walking down the green hill with the shadow behind you..

bright, fresh, gorgeous figure..

smiling, shining, waving hands to all the flowers and trees..

jumping around, bouncing up and down feeling light..almost flying..

turn around in circle, grinning, singing with birds..

rabbits, deers, horses, and foxes run along beside…

-senayan city, 8 september 2008-